Tulisan ini terinspirasi dialog dengan Pak Made Konten (Rekan kerja/ Pakar Jawa-Bali Kuna)

sumber http://www.babadbali.com, dialog dengan pakar, http://www.sekarjagad.org, “hasil surfing”

Tangisan makhluk TUHAN membahana seolah berkata “Saya lahir, tolong warnai hidupku dalam jalanMU”, seruan gembira orangtua dan sanak famili tergambar dalam air muka.

Manusia terbentuk dari lima unsur, yaitu : Tanah, Air, Api, Angin dan Ether. Ketika Manusia lahir tanda-tanda kehidupan dapat diprediksi berdasarkan “Waktu Lahir”, di mana terkandung di dalamnya SAPTA Wara (7 hari), PANCA Wara (5 hari) dan WUKU (30 pekan/ 120 hari), selain hal tersebut dapat juga diprediksi berdasarkan Garis pada telapak tangan, namun kesemua hal tersebut ditentukan oleh YANG ESA.

Sapta Wara dan Panca Wara (sumber www. babadbali.com) … Sapta Wara terdiri atas 7 hari (hari masehi) dan Panca Wara terdiri atas 5 hari pasaran, di mana mengandung nilai atau yang kita kenal sebagai “Urip”, gabungan (penjumlahan) nilai disebut dengan “Neptu” yaitu :

Sapta Wara   Panca Wara
Hari Urip   Hari Urip
Minggu 6   Umanis 5
Senin 4   Paing 9
Selasa 3   Pon 7
Rabu 7   Wage 4
Kamis 5   Kliwon 8
Jumat 6      
Sabtu 8      

Setelah mengetahui Sapta Wara dan Panca Wara Maka kita dapat mengetahui WUKU, adapun urutan Wuku (30) sebagai berikut : Sinta, Landep, Ukir, Kulantir, Tolu, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Juluwangi, Sungsang, Galungan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Krulut, Merakih, Tambir, medangkungan, Matal, Uye, Menail, Prangbakat, Balu, Wugu, Wayang, Kelawu, Dukut, Watugunung

Dibebarapa daerah, Hari pasaran (Panca Wara) yang sesuai dengan waktu lahir, dilakukan upawasa/ puasa oleh yang bersangkutan, yang bertujuan sebagai ucapan terima kasih pada TUHAN dan juga sebagai sarana untuk memeinta permohonan.

Untuk memudahkan Anda mengetahui Sapta Wara, Panca Wara dan WUKU, anda dapat mengunjungi :

http://www.babadbali.com/pewarigaan/pewarigaan.php atau http://www.sekarjagad.org

GOD works in mysterious way