Komunikasi merupakan hal penting di era ini, tak hanya menghubungkan antar 1 orang atau kelompok, namun jikalau dibawa ke arah positif dapat membantu dan memberikan manfaat individu maupun kelompok dalam beraktifitas.

Salah satu parameter penting dalam proses komunikasi adalah peranan Transmisi. Transmisi secara umum dibagi atas :
a. Transmisi Kabel
Dimana medium yang digunakan berupa phisik dalam hal ini kabel.
contohnya : kabel LAN-UTP, Kabel telepon rumah, dll
b. Transmisi Nirkabel
Dimana menggunakan medium “udara”/ free space dengan menggunakan frekuensi.
contohnya : IDR/ Satelitte; Bluetooth; Radio Link; WiFi, dll

Dalam implementasinya, konfigurasi Tranmisi yang akan digunakan sangat bergantung pada topologi jaringan, kondisi geografis dan tujuan suatu jaringan.

Secara lebih lanjut akan, coba saya uraikan perihal Transmisi Nirkabel dalam hal ini Radio Link.
Secara umum ada 2 metode/ type Radio Link, hal ini terkait dengan data/ kontainer yang dibawanya, yaitu :
a. PDH System
b. SDH System

PDH System
Yang selama ini saya geluti adalah PDH berbasis ETSI, dimana container/ datanya terdiri atas 32 Time Slot, dimana yang digunakan sebagai data hanya 30 Time Slot, sedangkan 2 Time Slot yang lainnya (TS-0 dan “defined 1 Time Slot (1-31)”) digunakan sebagai Alignment Frame dan Singnalling terkait dengan protocol. Metode ini dikenal dengan konsep 2 Mbps (2.048 Mbps) = 2Mb atau lebih dikenal dengan sebutan E1.

Adapun hirarkhi (orde) dari E1 ini adalah
2Mb (setara dengan 1E1)—8Mb (Setara dengan 4E1)—34Mb (Setara dengan 16E1)—140Mb (Setara dengan 63/64E1).
Namun dengan kecanggihan teknologi, ditemukan orde baru yaitu 17Mb (Setara dengan 8E1).

Secara umum, untuk kapasitas diatas dari 4E1, biasanya memerlukan MUX di sisi Indoor Unit untuk menurunkan tributary/ E1, hal ini tergantung dari “brand/ merk” Radio Link.

Bahkan hingga tahun 2000-an, beberapa MUX Radio Link memiliki konverter kapasitas dari sifatnya “Electrical” ke “Optical”.

Bagaimana dengan SDH System—– akan dilankutkan dikemudian hari
Salam