Judul di atas merupakan ungkapan rasa geram campur sedih.

Mengapa Jl. Tukad Balian Denpasar begitu penting?, karena Jl. Tukad Balian Denpasar merupakan sisa Jalur Hijau di Metro Denpasar yang masih “hidup”. Pada tahun 1997 (awal, saya mulai tinggal di Bali), Jl. Tukad Balian Denpasar bak hamparan permadani di padang pasir laksana oase, di mana masih bisa dihitung jumlah hunian di wilayah tersebut. Berdasarkan “Papan Pengumuman Jalur Hijau” yang dibuat oleh Pemerintah Kota (dulu Kodya), seharusnya dan bahkan wajib bahwa jalur Timur Tukad Balian “steril” dari Hunian. Namun seiring waktu, “Papan Pengumuman Jalur Hijau” hanya “common notice” dan dibiarkan teronggok tak berdaya di tepi jalan.

“Papan Pengumuman Jalur Hijau”, seenaknya dilanggar di mana dengan “tega” atau mungkin “buta huruf” dibaliknya terdapat bangunan yang hingga saat ini (05 Juli 2011) masih dalam tahap pembangunan, Papan-1, Papan-2



Di sisi lain, masih di Jl. tukad Balian Denpasar, banyak ditemukan pohon perindang di tepi jalan dengan seenaknya (pelaku) “menyayat-nyayat” pohon teduh hingga mati, konyolnya hingga saat ini (05 Juli 2011) pohon tersebut telah menderita sejak 2 minggu sebelumnya dan belum ada tindakan, bahkan sudah ada yang mati…..oh kasihan… Manusia bisa meng-cloning “dirinya/ manusi”, “hewan” namun hingga saat ini belum bisa meng-cloning pohon… Pohon-1, Pohon-2, Pohon-3, Pohon-4, Pohon-5

Kalau hanya menggerutu, tak ada artinya tanpa perbuatan, lewat nge-blog ini saya mencoba berbagi dengan para “maya/ on internet” dan mudah-mudahan aktitis atau LSM lingkungan di Bali khususnya, dapat melihat dan segera menuju ke TKP (Jl Tukad Balian Denpasar), dan juga mudah-mudahan Pemerintah Kota dapat melihat juga.

Walhi Bali ….. Tolong selamatkan Jalur Hijau Tukad Balian Denpasar dan Pohon-Pohon perindang Tukad Balian Denpasar.

#Go GREEN and #Go Saving existing Environment
Matur Suksma

Terimakasih