Transmission


Node atau Site merupakan fakta/ kondisi keberadaan suatu titik dalam nilai.

Keberadaan site merupakan perpotongan minimal 2 garis atau yang dikenal dengan koordinat.

Koordinat umumnya dituliskan dengan format DMS (Degree-Minute-Second), terkadang juga dituliskan dengan format decimal (cat: jika berada dibelahan bumi Utara dan Timur maka bernilai positif dalam hal ini untuk nilai Lintang atau Latitude dan Bujur atau Longitude).
(more…)

Advertisements

Komunikasi merupakan hal penting di era ini, tak hanya menghubungkan antar 1 orang atau kelompok, namun jikalau dibawa ke arah positif dapat membantu dan memberikan manfaat individu maupun kelompok dalam beraktifitas.

Salah satu parameter penting dalam proses komunikasi adalah peranan Transmisi. Transmisi secara umum dibagi atas :
a. Transmisi Kabel
Dimana medium yang digunakan berupa phisik dalam hal ini kabel.
contohnya : kabel LAN-UTP, Kabel telepon rumah, dll
b. Transmisi Nirkabel
Dimana menggunakan medium “udara”/ free space dengan menggunakan frekuensi.
contohnya : IDR/ Satelitte; Bluetooth; Radio Link; WiFi, dll

Dalam implementasinya, konfigurasi Tranmisi yang akan digunakan sangat bergantung pada topologi jaringan, kondisi geografis dan tujuan suatu jaringan.

Secara lebih lanjut akan, coba saya uraikan perihal Transmisi Nirkabel dalam hal ini Radio Link.
Secara umum ada 2 metode/ type Radio Link, hal ini terkait dengan data/ kontainer yang dibawanya, yaitu :
a. PDH System
b. SDH System

PDH System
Yang selama ini saya geluti adalah PDH berbasis ETSI, dimana container/ datanya terdiri atas 32 Time Slot, dimana yang digunakan sebagai data hanya 30 Time Slot, sedangkan 2 Time Slot yang lainnya (TS-0 dan “defined 1 Time Slot (1-31)”) digunakan sebagai Alignment Frame dan Singnalling terkait dengan protocol. Metode ini dikenal dengan konsep 2 Mbps (2.048 Mbps) = 2Mb atau lebih dikenal dengan sebutan E1.

Adapun hirarkhi (orde) dari E1 ini adalah
2Mb (setara dengan 1E1)—8Mb (Setara dengan 4E1)—34Mb (Setara dengan 16E1)—140Mb (Setara dengan 63/64E1).
Namun dengan kecanggihan teknologi, ditemukan orde baru yaitu 17Mb (Setara dengan 8E1).

Secara umum, untuk kapasitas diatas dari 4E1, biasanya memerlukan MUX di sisi Indoor Unit untuk menurunkan tributary/ E1, hal ini tergantung dari “brand/ merk” Radio Link.

Bahkan hingga tahun 2000-an, beberapa MUX Radio Link memiliki konverter kapasitas dari sifatnya “Electrical” ke “Optical”.

Bagaimana dengan SDH System—– akan dilankutkan dikemudian hari
Salam

Tranmission = Transmisi

Connection“, kata yang sangat penting untuk memulai hubungan.
Berbicara tentang hal tersebut di dunia Telekomunikasi, merupakan hal yang penting Bagaimana kita menyambungkan antar perangkat, namun dalam topik ini yang dibahas adalah PIN connection kabel Local Connection Terminal antara PC/ Komputer-Perangkat/ Equipment + UTP Connection.

source : http://francis.courtois.free.fr/jc1/serial/Basics/DB9.html

Description of RS-232

RS 232 Connection (Straight Connection)

Aplicable : RS232 Null Modem, Radio Link Ericsson, Radio DMC XP4-8E1

(more…)

Transmission = Transmisi

Source : Survey  Transmission Siemens Team (Thanx to Share, especially Awwal Mr.)

Terkadang kita bingung gimana caranya mencari jarak jika kita mengetahui 2 titik/site (koordinat)
(Microsoft Office EXCEL)

Longitude = Garis Bujur = West (Negative Value) or East (Positive Value)
Latitude = Garis Lintang = South (Negative Value) or North (Positive Value)

contoh
A Site **** 115-1-49.2 E **** 8-9-26.1 S
B Site **** 114-55-41.2 E **** 8-11-18-3 S

Untuk CELL C6 =B6+B7/60+B8/3600
Untuk CELL C10 =B10+B11/60+B12/3600

Untuk CELL D6 =IF(G5=”W”;-1*H6/(180/PI());H6/(180/PI()))

Untuk CELL D10 =IF(B9=”S”;-1*C10/(180/PI());C10/(180/PI()))

Untuk CELL E10 =D10-(692,75/3600)*PI()/180*SIN(2*D10)+(1,163/3600)*PI()/180*SIN(4*D10)-(0,003/3600)*PI()/180*SIN(6*D10)

Untuk CELL D15 =ATAN((SIN(I6-D6))/(COS(E10)*TAN(J10)-SIN(E10)*COS(I6-D6)))

Untuk CELL I10 =IF(G5=”W”;-1*H6/(180/PI());H6/(180/PI()))

Untuk CELL I10 =IF(G9=”S”;-1*H10/(180/PI());H10/(180/PI()))

Untuk CELL J10 =I10-(692,75/3600)*PI()/180*SIN(2*I10)+(1,163/3600)*PI()/180*SIN(4*I10)-(0,003/3600)*PI()/180*SIN(6*I10)

Untuk CELL F15 =IF(AND((I6-D6)<0;(J10-E10)<0);ABS(E15)+180;IF(AND((I6-D6)<0;(J10-E10)>0);360-ABS(E15);IF(AND((I6-D6)>0;(J10-E10)<0);180-ABS(E15);E15)))

Untuk CELL I15 =C15+180

Azimuth untuk CELL H15 =IF(I15>360;I15-360;I15)

Degree untuk CELL C16 =C15/0,9
Degree untuk CELL H16 =H15/0,9

Distance untuk CELL B18 =6370*ACOS(SIN(E10)*SIN(J10)+COS(E10)*COS(J10)*COS(I6-D6))

 

Untuk lebih jelasnya terkait kalkulasi azimuth dan distance 2 site/ lokasi, silahkan download file.xls

Terimakasih

 

  • Visit ME...

  • Para Komentator

    iwayansudana on Konversi Koordinat DMS to Deci…
    kahar priyadi on Konversi Koordinat DMS to Deci…
    widyantopurbo on M A T E M A T I K A itu I…
  • L I N K (inspirasi,GAUL)

  • Blog Stats

    • 76,923 hits
  • Klik tertinggi

  • Pages

  • RSS U E F A News

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Pintuku